Beautiful Mess

Twitter & Instagram: @fildzah105.

 Ask   RSS

“Jika aku takut kehilanganmu, mengapa aku ingin meninggalkanmu? Jika kamu takut kehilangan aku, mengapa tidak kamu memilikiku? Apakah sebenarnya kita saling jatuh cinta, ataukah kita hanya sama-sama sekedar singgah?”

belindch

“Jadi untuk apa aku dan kamu bersama? Jika hanya sekedar mengisi kekosongan masing-masing, maka aku akan begitu takut melangkah saat nanti ada yang mengulurkan tangannya yang penuh cinta kepadaku. Begitu takut meninggalkanmu patah hati karena aku. Atau begitu takut melihatmu suatu saat akan dipeluk oleh cinta yang kamu cintai?”

belindch

“Hingga suatu saat aku pernah mengharapkan hujan yang datang untuk meluruhkan kenangan tentangmu. Namun aku ternyata salah duga. Setiap rintikannya malah memainkan melodi yang biasa kita nyanyikan bersama di satu ruang bernama imajinasi. Lalu aku kembali pada fase patah hati dan tidak ada kamu untuk menyelamatkan aku.”

belindch

“Haruskah aku berbalik pergi, atau aku mengetuk pintumu dan menghambur ke pelukanmu saja.”

belindch

“Lalu berdosakah aku jika tetap membentangkan harapan itu hingga sampai ke ujung kakimu? Karena kemanapun aku pergi, nasib selalu mengantarkan aku untuk tiba di depan pintumu.”

belindch

“Kita tidak bisa melakukan apa-apa. Ada rasa saling menyukai, saling membutuhkan, tapi ada sesuatu yang kita sepakati bersama, entah apa, yang membuat kita takkan pernah bisa bersatu.”

belindch

“Setiap kenangan yang mengingatkanku kepadamu, selalu dibubuhi rindu.”

belindch

“There’s a reason I said I’d be happy alone. It wasn’t ‘cause I thought I’d be happy alone. It was because I thought if I loved someone and then it fell apart, I might not make it. It’s easier to be alone, because what if you learn that you need love and you don’t have it? What if you like it and lean on it? What if you shape your life around it and then it falls apart? Can you even survive that kind of pain? Losing love is like organ damage. It’s like dying. The only difference is death ends. This? It could go on forever.”

— Meredith, Grey’s Anatomy.

“Air mata orang yang bertaubat lebih baik dari seratus rakaat shalat orang yang bangga diri dengan amalannya.”

— Dr. ‘Aidh al-Qarni

“Ya ALLAH, Ya ALLAH, Tuhanku! Aku tidak akan mempersekutukanMu dengan sesuatu apapun juga.”

“Adapun dirimu adalah orang yang dipilih Allah menjadi seorang muslim. Selamat bagimu, karena engkau mendirikan shalat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, bersaksi bahwa tiada Ilah yang patut disembah selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusannya. Selamat bagimu, karena engkau rela Allah sebagai Tuhanmu, Islam sebagai agamamu dan Muhammad sebagai Rasulmu.”

— Dr. ‘Aidh al-Qarni

(Source: crucio-you, via this--too--shall--pass)

(via this--too--shall--pass)

H-1 to our first anniversary. I ♥ you with all my heart, my TEBE @vsalimubun :)

H-1 to our first anniversary. I ♥ you with all my heart, my TEBE @vsalimubun :)

(Source: take-me-to-the-angels, via unbound3dness)